
"Membangun logika sederhana dengan metode Tanya diri sendiri"
Oleh : Adly Idrus.Amd Kom
PEACE : Pendukung Andi Endre Cecep Lantara
Oleh : Adly Idrus.Amd Kom
PEACE : Pendukung Andi Endre Cecep Lantara
Di dalam keberagaman masyarakat tentu ada individu-individu yang “bertekad” tidak akan memilih wakil rakyat; masih bingung mencari alasan untuk apa memilih; dan sebagian lagi sudah mantap dengan pilihannya.
Untuk kategori ketiga, sepertinya tidak termasuk dalam target tulisan saya ini. Mari kita fokus ke karakter masyarakat yang termasuk kategori satu dan dua. Tentunya bagi para pembaca yang merasa termasuk kategori satu atau dua, maka jangan tersinggung...coba maki baca dulu tulisan ini, tidak rumit karena hanya berisi pertanyaan seperti kuisioner. Jawabannya sangat beragam dan kesimpulan pun dibuat sendiri oleh sang pembaca.
Mari kita mulai beberapa ilustrasi dan pertanyaan dibawah ini
1. Anda mengetahui ada caleg yang punya potensi, bermartabat, dan punya kemampuan untuk duduk sebagai anggota legislative. Namun Anda sudah merasa tidak ada gunanya memilih 1 orang baik sedangkan puluhan bahkan ratusan anggota lain bermental bobrok. Jika Anda tidak memilih orang baik itu karena “putus asa”, maka apakah bisa dikatakan bahwa Anda juga telah mendukung adanya parlemen yang bobrok? Bisa jadi pilihan Anda untuk 1 orang itu merupakan jalan berubahnya kondisi ke arah yang lebih baik.. Renungkan lah
2. Anda tidak mau memilih caleg, karena sistem dari dulu begitu-begitu saja. Mari coba flash back, siapa yang pernah menyangka bahwa terjadi fenomena politik tahun 1998? Siapa yang pernah menduga bahwa terjadi perubahan system perpolitikan yang dramatis pada tahun itu? Hidup ini susah kalo tiap hari berpikiran susah terus. ..Percayalah, system dapat berubah jika para anggota legislative adalah kumpulan orang-orang baik....Pikirkanlah
3. Anda tidak mau memilih, karena semua caleg (menurut anda) bobrok. Apakah Anda pernah tinggal serumah dengan caleg-caleg tersebut, sehingga Anda tau betul kekurangannya/kebobrokannya? Apakah anda sudah benar2 melakukan survey sehingga berani menyatakan semua caleg/parpol bobrok? Tidak ada yang sempurna, tapi adaji yang baik dan terpercaya. Silahkan maki cari..!!
4. Anda tidak mau memilih karena takut berdosa karena nanti caleg nya bisa korupsi kalo sudah terpilih. Apakah Anda Tuhan yang sudah mengetahui kejadian di masa mendatang?
5. Anda tidak mau memilih karena pada hari pemilihan ada acara yang lebih penting. Apakah anda merasa rugi meluangkan waktu 30 – 45 menit untuk bersumbangsih terhadap perubahan 5 tahun kedepan? Atau anda lebih memilih mengorbankan 5 tahun kedepan dibanding meluangkan waktu 30 – 45 menit ke tempat pencontrengan?
6. Anda ragu-ragu memilih karena tidak tahu latar belakang caleg. Bagaimana kalo yang dilihat adalah partainya? Kalo performanya bagus 5 tahun terakhir, nah itu mo jadi latar belakang memilih caleg dari partai itu.
7. Anda ragu-ragu memilih, karena tidak tahu kriteria apa yang harus dilihat dari Caleg. Apakah Anda sudah pernah membuat kriteria sendiri? Jika Iya, gunakan mi kriteria itu. Jika belum, coba gunakan kriteria ini : lihat partainya (baik or jelek performa 5 tahun terakhir), lihat kedudukan caleg itu dalam partai (apakah pengurus partai ji?..kalo pengurus partai ji, berarti bukan ji oportunis). Lihat kemampuannya (seharusnya ada tes tulis, psikotest), tapi karena belum ada, lihat maki saja pengalaman organisasinya, latar belakangnya (keluarga, pendidikan, dll)
8. Anda ragu-ragu memilih, karena banyak mi caleg yang kasih sumbangan sana-sini. Apakah sumbangan caleg itu bersifat sementara atau bersifat terus menerus? Kalo begitu, cari caleg yang kasih sumbangan berupa “pancing” bukan “ikan”...karena pancing bisa menangkap ikan terus menerus.
9. Anda ragu memilih, karena semua caleg bagus. Alhamdulillah kalo bagus semua caleg ka.., berarti berdoa dan shalat Istikharah ki kalo begitu mi keadaannya.
Saya yakin setelah membaca seksama ilustrasi dan self questioning nomor 1 – 9, pasti ada pertanyaan2 lanjutan di benak Anda...gunakan pertanyaan2 tersebut sebagai bahan masukan bagi Anda. Jika memungkinkan catat ki. 9 point self questioning diatas hanya sebagai pemicu munculnya self questions yang lain.
Metode Tanya diri sendiri saya dapatkan dari pengalaman pribadi saja untuk menggugah pemikiran dan hati agar dapat lebih empathy dan kritis terhadap lingkungan di luar diri saya,.. untuk menghasilkan pemikiran yang brillian, ide cemerlang.. coba maki saja gunakan di semua aspek..mungkin awalnya tidak sistematik, tapi Insya Allah lama kelamaan akan tersusun sistematis dengan sendirinya.
Selamat bertanya.
NB : Masih ragu juga memilih caleg?? Pilih maki pale pilihanku, pilihan kita semua : Andi Endre Cecep Lantara (partai Demokrat (31) , nomor urut 2 untuk DPRD Kota Makassar Dapil 1 : Kec Rappocini, Makassar dan Ujung Pandang)
0 komentar:
Posting Komentar