Rabu, 18 Februari 2009

Demokrat Hadirkan SBY, Golkar Hadirkan JK

(19 Feb 2009 Harian Fajar Online)

MAKASSAR--Persaingan perebutan suara di wilayah Sulawesi Selatan, khususnya di Makassar tampaknya akan sangat ketat. Bahkan, untuk Partai Demokrat dan Partai Golkar, mereka akan mendatangkan juru kampanye (jurkam) terbaiknya di kampanye akbar masing-masing. Demokrat akan menghadirkan Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat yang kini menjabat Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Seolah tak mau kalah, Golkar pun menghadirkan Ketua DPP Partai Golkar, HM Jusuf Kalla yang kini menjabat wakil Presiden RI.

Kepastian kehadiran SBY disampaikan langsung Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat Sulsel, Reza Rasyid Ali. Sementara untuk kehadiran JK, itu dibeberkan Ketua Bappilu Partai Golkar Sulsel HM Roem.

"Untuk kampanye akbar, Pak SBY akan kita hadirkan di Makassar. Pengurus DPP Demokrat lainnya yang akan hadir yakni Ketua Umum, Hadi Utomo, bersama sejumlah caleg asal Sulsel yang menjadi pengurus DPP," kata Reza di sekretariat Partai Demokrat Sulsel Jl Ratulangi, kemarin.

Jika mendapat izin, dua menteri kabinet bersatu, Menteri Kebudayaan dan Pariwisata, Jero Wacik (yang menjadi anggota dewan pembina) dan Menteri Kelautan, Freddy Numberi (Pokja Bidang Perekonomian) juga akan datang.

"Angelina Sondakh dan Andi Alifian Mallarangang juga akan datang. Bahkan, Andi Mallarangang yang akan memberikan pembekalan jurkam di Makassar. Bersama SBY, dia akan datang akhir Februari. Dan kemungkinan sudah tinggal untuk memberi pembekalan jurkam pada 12-13 Maret," beber Reza.

Sementara itu, HM Roem mengatakan, jadwal pasti kedatangan JK untuk kampanye di Makassar belum ditentukan. Namun katanya, selaian ke Makassar, JK juga memang dijadwalkan akan berkeliling Indonesia menjadi jurkam. "Pengurus DPP dan JK akan keliling provinsi," kata Ketua DPRD Sulsel ini. (amr)

Senin, 16 Februari 2009

SBY Dukung Gerakan Pemilih Cerdas

Senin, 16 Februari 2009, 21:14:55 WIB
Jakarta: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mendukung penuh upaya Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) dalam mensosialisasikan gerakan pemilih cerdas. Dengan cara seperti itu, diharapkan dapat melahirkan pemilih yang cerdas, rasional , dan berapartisipasi aktif dalam pemilu yang demokratis. Presiden mengatakan hal ini dalam sambutannya pada Resepsi Dies Natalis ke-62 HMI di Hotel Sahid Jakarta, Senin (16/2) malam.

Presiden juga mengajak para kader HMI agar menjaga kegiatan demokrasi yang akan digelar sehingga dapat berlangsung sesuai dengan kepatuhan pada pranata hukum, rule of law, dan pranata sosial. "Dalam kurun waktu kurang dua bulan lagi kita akan melaksanakan perhelatan demokrasi pemilihan umum tahun 2009, mari kita jaga bersama," kata SBY

"Mari kita wujudkan demokrasi di tanah air kita menjadi demokrasi yang memiliki akar kepribadian dan akhlak yang mulia. Mari kita wujudkan kompetisi politik yang santun dan beradab yang jauh dari politik menghalalkan segala cara, politik kekerasan, dan politik yang merusak moral dan kehormatan kita sebagai bangsa," Presiden SBY menegaskan.

SBY juga mengajak HMI untuk tetap mengedepankan sikap dan komitmen organisasi hanya untuk kepentingan bangsa dan negara. "Utamakan kepentingan organisasi dan bukan kepentingan individu. Pertahankan netralitas HMI sebagai organisasi yang independen sebagaimana yang telah dibuktikan selama ini," ujar SBY

HMI adalah sebuah gerakan intelektual. Karena itu SBY mengajak HMI untuk berpartisipasi aktif dalam memberikan pendidikan politik bagi rakyat Indonesia. "Jadilah pelopor yang dapat membangkitkan rakyat untuk turut aktif dalam pelaksanaan pemilu. Saya mendukung penuh upaya HMI dalam mensosialisasikan gerakan pemilih cerdas karena dengan cara itu diharapkan dapat melahirkan pemilih yang cerdas, yang rasional, yang berapartisipasi aktif dalam pemilu yang demokratis," kata Presiden menambahkan.

Presiden SBY juga meminta HMI untuk menghindari keterlibatan dalam berbagai permasalahan yang kontra produktif dengan tujuan awal didirikannya HMI. "Mari kita wujudkan Indonesia yang lebih aman, adil, demokratis, dan sejahtera," kata Presiden SBY. (win)


Presidium Nasional Pemuda Partai Demokrat dideklarsikan

Terbentuknya Presidium Nasional Pemuda Partai Demokrat dideklarsikan di Aula Gedung YTKI, Jakarta, Sabtu malam 14 Februari 2009. Presidium ini berintikan lima organisasi sayap pemuda di bawah naungan Partai Demokrat, yaitu: Barisan Massa Demokrat (BMD), Generasi Muda Demokrat (GMD), Insan Muda Demokrat Indonesia (IMDI), Komite Nasional Pemuda Demokrat, dan Kader Muda Demokrat (KMD).Keberadaan presidium ini dikukuhkan dengan Surat Keputusan DPP Partai Demokrat No. 04/SK/DPP.PD/2009 tanggal 15 Januari 2009. SK tersebut dibacakan oleh Max Sopacua.Bertindak sebagai pembina presidium adalah: H. Hadi Utomo, Prof. Dr. H. Ahmad Mubarok, H. Marzuki Alie, SE, MM, dan Max Sopacua, SE, M.Sc.Sedangkan anggota majelis pertimbangan terdiri dari para ketua umum DPP dari kelima ormas pemuda tersebut.Dalam sambutannya Ketua Umum Partai Demokrat Hadi Utomo, meminta agar presidium segera menyusun program kerja, utamanya kerja-kerja aksi sosial.Presidium juga diminta Ketum agar segera melakukan kerjasama dengan tim-tim pemenangan Partai Demokrat lainnya, termasuk Bappilu, dalam memenangkan Partai Demokrat dalam Pemilu 2009 ini.Tak kurang dari 500 orang hadir dalam acara deklarasi ini. Dia antaranya juga beberapa Ketua DPD Partai Demokrat. Ketum juga berpesan agar di tingkat provinsi, para Ketua DPD juga membentuk presidum serupa di daerahnya masing-masing.Diangkat sebagai sekretaris jenderal presidium adalah: Nuridin Sumawitanata. Dalam menjalankan organisasi sekjen dibantu oleh 15 orang ketua komisi.


Partai Demokrat Jamin Kepastian Hukum bagi Pengusaha

Partai Demokrat menjamin kepastian hukum bagi pengusaha dari dalam dan luar negeri. Maka itu Demokrat mendukung Undang-Undang Nomor 25 tahun 2007 tentang Penanaman Modal dan Upaya Peningkatan Investasi.
"Karena para pengusaha akan tenteram bila mereka mendapat kepastian hukum dalam menjalankan bidangnya," kata Ketua Umum Partai Demokrat, Hadi Utomo, dalam acara Pengusaha Bertanya, Parpol Menjawab yang digelar Asosiasi Pengusaha Indonesia (Aspindo) di Jakarta, Sabtu, 14 Februari 2009, di Four Session Hotel. Aspindo saat ini diketuai oleh Sofyan Wanandi.

Dalam presentasinya yang bertema ‘Program-program Partai Demokrat kepada Aspindo’, Ketum menyatakan, Partai Demokrat mendukung investasi yang dilakukan baik dari dalam luar negeri. Namun, hendaknya investor dalam maupun luar negeri diberlakukan sama, pinta Ketum.

Ketum menjelaskan setelah pemilihan legislatif, program Partai Demokrat terkait perekonomian, pertambangan, perindustrian, kesehatan, dan lainnya, adalah menggenjot pertumbuhan ekonomi 2009 ke depan 4-5%, dan menekan pengangguran sampai angka 6-7%.

Selain itu, Demokrat juga mendukung UU Nomor 13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan. Hal ini untuk dimaksudkan untuk mengatur hubungan yang adil antara pengusaha dan pekerja.

"Hal-hal yang kaitannya dengan upah minimum, kami melihat aspek terkait upah pekerja ada dua sisi. Pertama, upah sebagai biaya produksi yang dikeluarkan perusahaan. Kedua, upah sebagai penghasilan untuk belanja, memenuhi kebutuhan hidup. Ini yang perlu diingat," ujar Ketum.

Terkait dengan UU Sistem Jaminan Nasional, Nomor 40 tahun 2004. "Kami mendukung Undang-undang ini diteruskan. Intinya, untuk memberikan jaminan kesejahteraan bagi masyarakat," ujar Ketum. Pertumbuhan Ekonomi Partai Demokrat menargetkan pertumbuhan ekonomi 4-7 persen jika pemerintahan koalisinya kembali berkuasa usai pemilu 2009. "Angka ini sebagai angka moderat di tengah badai ekonomi," kata Hadi Utomo, Ketua Umum usai mengikuti acara "Pengusaha Bertanya, Parpol Menjawab" kepada pers.

Ketum menekankan, partainya akan berpihak pada ekonomi kerakyatan. Ia pun membantah kritik PDIP yang menuduh pemerintah gagal mengatasi krisis ekonomi. "Pemerintah bisa dikatakan cepat dan tanggap dalam mengantisipasi krisis global sehingga dampaknya tidak meluas," kata Ketum.

Dalam panel ini, Ketum berhadapan dengan James T. Riady (makro ekonomi), La Tunreng (pertanian), (perbankan dan keuangan), Sudhamek (industri, perdagangan, dan UKM), T. P, Rachmat (energi, pertambangan, dan migas), dan Peter G. Fanning (kamar dagang asing). Bertindak sebagai moderator adalah Chatib Basri.

Dalam dialog ini, Ketum juga mengangkat masalah pemekaran wilayah, peranan pemda, ketahanan pangan dan kesejahteraan petani, impor beras, diversifikasi pangan, perkebunan, dan konversi lahan hutan.

Ketum juga mengangkat masalah peningkatan produksi perikanan dan illegal fishing, pertambangan, energi, kesediaan listrik dan gas.

Peranan perbankan dalam ekonomi nasional, kebijakan fiskal dan moneter, perdagangan internasional, serta usaha mikro kecil dan menengah, juga dikemukan dalam presentasi Ketum.

Selain mendapat pertanyaan dari panelis, ada sembilan pertanyaan dari floor yang ditujukan kepada Ketum. Sebetulnya lebih banyak yang ingin bertanya, tapi karena keterbatasan waktu hanya sembilan yang diizinkan moderator.

Dalam acara ini Ketum didampingi oleh tiga fungsionaris Partai Demokrat lainnya. Mereka adalah: Darwin Zahedy Saleh, M. Jafar Hafsah, dan Atte Sugandi. Selain itu ikut menyaksikan langsung, Milton Pakpahan, Christopher, Herman Khaeron, Brahmana, dan Nuridin Sumawinata.

Forum ini diikuti 500 pengusaha anggota Aspindo dari seluruh Indonesia.


Jumat, 13 Februari 2009

Target Dua Besar, Demokrat Rapatkan Barisan

Fajar Online
(14 Feb 2009)

MAKASSAR -- Partai Demokrat Sulsel kini semakin percaya diri setelah Institute for Social, Politics and Economic Issue (ISPEI) merilis hasil surveinya yang menyebutkan bahwa partai yang dibidani Susilo Bambang Yudhoyono itu menduduki peringkat kedua seteah Partai Golkar Sulsel."Itu adalah target minimal kita di Partai Demokrat. Yang jelas, ketika ISPEI merilis hasil surveinya, maka kami imbau kepada caleg dan kader Partai demokrat untuk merapatkan barisan, demi mempertahankan posisi nomor dua ini. Kalau perlu kita raih yang nomor satu," ujar Wail Ketua Bidang Politik DPD Partai Demokrat Sulsel, Andry S Bulu kepada Fajar, Jumat 12 Februari.

Dia mengatakan, perjuangan Partai Demokrat di Sulsel tidak sia-sia, karena sejak genderang kampanye Pemilu 2009 ditabuh, Partai Demokrat terus melakukan sosialiasi dan siap memberikan yang terbaik untuk masyarakat Sulsel.

Kini pada Pemilu 2009, lanjut Andry, rakyat sudah matang berpolitik. "Rakyat sudah cerdas dalam menentukan pilihannya. Para caleg Demokrat di Sulsel kini terus melakukan sosialisasi keberhasilan yang telah diraih SBY sebagai Presiden RI selama lebih empat tahun ini," ujar Andry yang juga legislator Sulsel ini.

Dia juga meminta kepada seluruh caleg Demokrat untuk tidak melakukan tindakan yang tidak terpuji dalam melakukan sosialisasi. Begitupun dengan caleg partai lain. "Biarkan rakyat memilih siapa yang terbaik. Hargai demokrasi ini dengan cara menghormati rakyat dan siap membela kepentingan rakyat," pinta Andry.

Caleg DPRD Sulsel yang bertarung di dapil II Gowa, Takalar, dan Jeneponto ini juga intens menggalang dukungan. Kamis, 12 Februari lalu, Andry bersilaturahmi dengan warga Panaikang dan warga Bontorappo, Jeneponto. Kader Demokrat itu juga berbaur dengan warga dalam acara adat "Jene-jene Sappara" di Tarowang. (sap)


SBY-Hillary Akan Bahas Pendidikan & Palestina

Mardanih - Okezone
JAKARTA Rencana pertemuan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Hillary Clinton dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono diagendakan membahas isu penting terkait pendidikan, Iptek, dan penyelesaian konflik Palestina.

Juru Bicara Kepresidenan bidang luar negeri Dino Pati Jalal mengatakan, pemerintah Indonesia menginginkan Amerika Serikat meningkatkan hubungan strategisnya dengan Indonesia di bidang pendidikan. Di mana harus lebih banyak lagi orang Indonesia yang menempuh pendidikan di negeri Paman Sam itu.

Penegasan politik bebas aktif yang dianut Indonesia, lanjutnya juga akan menjadi bahan diskusi yang akan dibicarakan kedua petinggi pemerintah ini.

"Itu yang saya kira hal yang ada programnya dan akan terus dikembangkan dan mempunyai dampak strategis bagi Indonesia-AS. Tapi saya tidak mau mendahului presiden, jadi saya tidak mau bicara dulu," katanya kepada wartawan di Istana Negara, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Jumat (13/2/2009).

Dino menilai, kunjungan Hillary ke Indonesia telah mencerminkan posisi tawar Indonesia yang semakin mapan di kancah internasional. Hal tersebut antara lain disebabkan oleh keanggotaan Indonesia di G20 dan masuk ke dalam kelompok ekonomi baru dunia. Hal ini membuat Indonesia telah diakui dunia internasional.

"Dalam kunjungan Menlu AS Hillary Clinton nanti juga dapat dimanfaatkan untuk membahas tidak hanya bilateral tapi juga regional dan internasional," ungkapnya.

Proposal perdamaian di Palestina, kata Dino, juga akan menjadi salah satu bahan pembicaraan antara presiden SBY dengan Menlu AS Hillary Clinton nanti.

"Sekarang dengan adanya pemilu di Israel, pemerintahan baru AS sudah mencium perdamaian walaupun masih labil," paparnya.(ded)


Rabu, 11 Februari 2009

Menlu Thailand Bertemu Presiden SBY

Presiden SBY menerima Menlu Thailand, Kasit Piromya, di Kantor Presiden, hari Rabu (11/2) siang. (foto: abror/presidensby.info)

Presiden SBY menerima Menlu Thailand, Kasit Piromya, di Kantor Presiden, hari Rabu (11/2) siang.
Jakarta: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono didampingi Menteri Luar Negeri Hassan Wirajuda, Menteri Sekretaris Negara Hatta Rajasa, sekretaris Kabinet Sudi Silalahi dan Juru Bicara Presiden, Dino Patti Djalal, hari Rabu (11/2) siang menerima Menteri Luar Negeri Thailand, Kasit Piromya, di Kantor Presiden.

Dalam pertemuan, Menlu Thailand menyampaikan terimakasihnya kepada Presiden SBY karena telah menerima undangan untuk menghadiri KTT ASEAN yang akan diselenggarakan tanggal 27 Februari s/d 1 Maret 2009. Juru Bicara Presiden, Dino Patti Djalal mengatakan, Presiden SBY sudah dipastikan akan datang untuk menghadiri KTT ASEAN.

Selain itu, dalam pertemuan juga dibahas upaya-upaya peningkatan hubungan bilateral Indonesia - Thailand, mengingat kedua negara sahabat akan merayakan hubungan diplomatik yang ke 60 tahun. “Kami akan terus menjalin hubungan di segala aspek termasuk ekonomi, pendidikan dan budaya, investasi, politik dan keamanan,” ujar Kasit Piromya. Pemerintah Thailand menyampaikan terima kasih atas tawaran Indonesia untuk menyediakan bantuan dan saran untuk menyelesaikan masalah di Thailand Selatan, katanya.

Selain itu juga dibahas beragam kemungkinan kerja sama untuk mensukseskan Piagam ASEAN yang baru. “Utamanya keinginan dan niat tulus yang akan menjadikan ASEAN menjadi sebuah komunitas,” kata Menlu Thailand. "Kepemimpinan dan dukungan serta rekomendasi dari Indonesia sebagai negara demokratis, diperlukan untuk memajukan ASEAN. Tidak hanya kemajuan sosial di bidang ekonomi, tapi juga dalam pengembangan penegakan hukum, tata kelola pemerintahan dan nilai-nilai hak asasi manusia, dimana Indonesia telah berhasil mentransformasikan diri dan memimpin sebagian negara- negara ASEAN dalam hal ini,” paparnya.

Pihak Indonesia dan Thailand juga mendiskusikan kemungkinan untuk meningkatkan kerja sama untuk mengatasi kriminalitas. “tindakan kriminal yang terjadi di perbatasan seperti pembajakan, perdagangan manusia melalui jalur laut, penyelundupan,” paparnya.

Pekan depan, menurut Menlu Thailand, Perdana Menteri Thailand Abhisit Vejjajiva akan melakukan kunjungan kerja pertama kalinya, ke Indonesia. “Presiden akan senang hati menerima kunjungan PM Thailand yang baru, Abhisit pada tanggal 20 Februari 2009,” kata Dino Patti Djalal menanggapi penjelasan Menlu Thailand tersebut. (mit)


Simpati dan Bantuan untuk Kebakaran Australia

Rabu, 11 Februari 2009, 13:13:45 WIB

Jakarta: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono kepada Perdana Menteri Australia, Kevin Rudd menyampaikan rasa sedih dan simpati pemerintah Indonesia kepada Australia yang sedang menghadapi musibah kebakaran semak belukar di Victoria yang menelan banyak korban jiwa, menghancurkan sedikitnya 750 rumah dan sekitar 400.000 hektar hutan semak belukar. Menurut Juru Bicara Presiden Dino Patti Djalal pada hari Rabu (11/2), pernyataan belasungkawa SBY tersebut dituangkan dalam surat yang dikirim kepada PM Australia.

"Didorong oleh rasa solidaritas yang tinggi, selaku kepala pemerintahan Indonesia, Presiden SBY memutuskan untuk memberikan bantuan kepada pemerintah dan rakyat Australia yang menghadapi bencana kebakaran terbesar sepanjang sejarahnya," kata Dino. "Untuk meringankan beban para korban dan pemerintah Australia, Indonesia akan mengirimkan bantuan tim forensik dari Kepolisian Republik Indonesia. Polri akan dikirim ke Australia untuk membantu mengidentifikasi mayat-mayat yang terbakar. Indonesia dan Australia mempunyai kerja sama di dalam bidang ini cukup lama. Oleh karena itu, Presiden SBY memutuskan untuk mengirimkan polisi Indonesia ke Australia," tambah Dino Patti Djalal.

Pemerintah Indonesia juga akan mengirimkan bantuan sebesar 1 juta Dolar AS untuk membangun kembali fasilitas-fasilitas umum yang terbakar. "Mengingat banyaknya fasilitas-fasilitas publik, seperti sekolah yang hancur terbakar, Presiden SBY akan mengirimkan 1 juta Dolar AS untuk membantu pemerintah Australia agar sekolah-sekolah tersebut dapat dibangun kembali. Tentu ini hanya merupakan sebagian dana yang dibutuhkan, mengingat jumlah sekolah yang terbakar sangat banyak," tambahnya.

Bagi Indonesia, Australia adalah salah satu negara sahabat yang siap membantu Indonesia ketika Indonesia dihantam bencana tsunami dan gempa bumi yang melanda sebagian wilayah provinsi Nangroe Aceh Darussalam dan Pulau Nias, Sumatera Utara. "Ada bantuan kemanusiaan yang diberikan oleh pihak militer Australia dan bantuan sejumlah 1 miliar Dolar AS dari Australia. Tentara Australia yang meninggal ada 11 waktu membantu di Nias. Inilah bagian dari kemitraan Indonesia dan Australia, dimana kedua belah pihak saling membantu kalau ada yang kesusahan," papar Dino. (mit)

Temui Presiden, Habibie Usulkan Transportasi Murah

Rabu, 11 Februari 2009 - 18:00 wib

Amirul Hasan - Okezone

JAKARTA - Mantan Presiden Republik Indonesia BJ Habibie baru saja menemui Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Ada beberapa hal yang disampaikan Habibie kepada SBY, salah satunya mengenai konsep transportasi hemat. Apa konsep Habibie?

Mengutip ucapan Habibie, Menteri Sekretaris Negara Hatta Radjasa mengatakan, pentingnya menciptakan transportasi murah. Transportasi yang termurah itu yakni kereta api listrik.

"Listriknya nanti diambil dari membangun pembangkit listrik geothermal. Presiden menyampaikan bahwa 10.000 mega watt yang kedua ini bersumber dari energi geothermal, sehingga bila 10.000 mega watt kedua terbangun kita akan menghasilkan listrik yang murah dan dapat digunakan untuk elektrifikasi seluruh kereta kita," jelas Hatta di depan Kantor Presiden, Jakarta, Rabu (11/2/2009).

Menurut Hatta, hal tersebut sudah menjadi blue print di Departemen Perhubungan, hanya memang diperlukan satu investasi. "Pak habibie mengatakan, dia bisa mengajak investor yang besar ikut mengembangkan ini. Presiden mengatakan, ini bisa kita follow up melalui menteri-menteri teknis," lanjutnya.

Selain konsep transportasi, Habibie juga menyampaikan juga tentang perkembangan dunia Islam sebagai presiden Ijtihar. "Ijtihar adalah the national islamic scientic and tecnology and human resources yang memang dibentuk oleh berbagai macam organisasi umat Islam sedunia.

Hatta menambahkan, dalam kesempatan itu, Habibie menyampaikan bahwa Ijtihar sebagai organisasi non profit ingin memberiikan sumbangan dalam peradaban dunia Islam. Terutama dikaitkan dengan adanya keinginan Barack Obama untuk menyampaikan pada suatu Forum Muslim World, Ijtihar kemungkinan bisa dijadikan salah satu media yang bisa dikatakan mewakili dunia Islam yang non politik.

"Obama dapat menyampaikan pesan tersebut bahwa AS sebagaimana disebutkan Obama, sahabat dunia Islam," kata Hatta.

Kemudian poin berikutnya, Habibie menyampaikan pada Presiden tentang kemajuan Indonesia. "Dia mengatakan senang dengan program pembangunan dan industri strategis berkembang," pungkasnya.(lsi)

Selasa, 10 Februari 2009

Demokrat Mulai Jor-joran Kampanye

(11 Feb 2009, Fajar Online)

JAKARTA -- Waktu yang tersisa untuk Pemilu 2009 tak akan dibiarkan berlalu begitu saja. Bagi jajaran Partai Demokrat, waktu tersebut akan dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk meraih simpati rakyat.Bukan hanya itu, waktu yang tersisa juga sudah akan dilakukan sosialisasi secara jor-joran oleh partai pemenang pilpres ini. Pasca rapat pimpinan nasional (Rapimnas) yang ditutup, Senin 9 Februari, seluruh jajaran partai ini akan bergerak secara simultan untuk mencapai target perolehan suara 20 persen di pemilu legislatif.

Untuk mencapai target tersebut sejumlah kebijakan sudah diputuskan di rapimnas. Antara lain, menyangkut dukungan logistik dari pusat.

Mendekati kampanye rapat umum, setiap daerah akan kebagian billboard berukuran 4,5x9 meter. Untuk Sulsel, itu akan dipasang di delapan titik. Juga akan ada bendera besar berukuran 12x18 meter yang akan dipasang di dua titik.

Targetnya, bendera ukuran besar itu akan dipasang di tower atau di atas ketinggian. Bahkan, baliho bersama untuk caleg DPR RI juga akan dibuat di setiap dapil.
Ketua DPP Partai Demokrat, Jafar Hafsah mengatakan, rapimnas memang memerintahkan penajaman masing-masing caleg, baik dari sisi strategi maupun langkah operasi.

"Pencitraan harus jalan beriringan dengan penetrasi di setiap dapil. Di samping itu, media seperti baliho, bendera, spanduk juga harus tetap ada tanpa mengabaikan upaya door to door," ujar mantan Dirjen Tanaman Pangan Departemen Pertanian ini.

Selain itu, kata dia, sinergitas antarcaleg juga harus jalan. Setiap caleg tidak boleh saling menjelek-jelekkan. Penetrasi caleg baik selevel maupun vertikal diharapkan bisa berkolaborasi. Jadi, sama-sama cari suara.

"Sosialisasi harus dilakukan secara fair, tidak ada semangat saling mengalahkan," urainya.
Jika itu bisa dilakukan, kata dia, setidaknya, Demokrat akan meraih tiga kursi DPR RI di dapil Sulsel 2. Paling minimal, kata dia, dua kursi.

Caleg Partai Demokrat dari dapil yang sama, Gaffar Patappe juga optimis bisa meraih dukungan signifikan. Menurut dia, jika semua caleg bekerja optimal dan bersinergi dengan baik, mulai dari DPR RI hingga DPRD kabupaten/kota, target yang sudah ditetapkan bukan hal mustahil untuk diraih.

"Sinergitas caleg harus berjalan dengan baik. Sosialisasi juga harus makin dimantapkan, tanpa saling menjelekkan satu sama lain. Masyarakat sudah tahu mana sosok yang bisa bekerja dan tidak," kata mantan Bupati Pangkep ini. (har)

Minggu, 08 Februari 2009

Presiden: Indonesia Diakui Karena Agama, Demokrasi dan Modernitas Bisa Hidup Serasi

Indikator

10 Tahun Terakhir yang Membanggakan

Dalam 10 tahun terakhir (1998-2008), pembangunan di Indonesia mengalami kemajuan signifikan. Pertumbuhan ekonomi, misalnya, pada tahun 1998 minus 13.1 persen. Pada SBY tampil sebagai Presiden, tahun 2004, pertumbuhan ekonomi naik pesat menjadi 5.1 persen. Dan tahun 2008 diproyeksikan sebesar 6,4 persen. Cadangan devisa yang semula 33.8 miliar dolar AS, pada tahun 2008 naik menjadi 69.1 persen.

Tingkat kemiskinan juga terus berkurang. Pada tahun 1998, angka kemiskinan mencapai 24.2 persen. Pada masa awal Presiden SBY, tingkat kemiskinan ini turun menjadi 16.7 persen. Dan pada 2008 tinggal 15.4 persen dari total penduduk Indonesia.

Utang kepada Dana Moneter Internasional (IMF) dipangkas habis pada masa pemerintahan SBY. Tengok saja, pada tahun 1998, utang Indonesia kepada IMF sebesar 9.1 miliar dolar AS. Pada tahun 2006, dua tahun setelah memimpin Indonesia, Presiden SBY berhasil melunasi seluruh utang kita sebesar 7.8 miliar dolar AS.

Selengkapnya, lihat data-data laju pembangunan Indonesia 10 tahun terakhir berikut. Data-data ini berasal dari BPS.











SBY : Kemenangan Harus ditunjang dengan Sistem "SABUK"

RAPIMNAS PARTAI DEMOKRAT

Epaper Tribun Timur 09 Februari 2009

Launching Desa Binaan

Makassar, Tribun -- Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Makassar (STIKMa) menggelar launching dan penandatangan nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU) program kelurahan sehat, Sabtu (26/1) lalu.

Penandatagan MoU dilaksanakan di Kampus Yayasan Pendidikan Makassar (YAPMA) di Jalan Maccini Raya, Makassar. Turut menandatangani Ketua YAPMA Andi Endre Cecep Lantara.SE,Akt dan Ketua STIK Makassar Andi Anwar.

Turut hadir dan ikut menandatangani Pemerintah Kota Makassar, perwakilan Bapelkes, dan Dinas Kesehatan Kota Makassar yang diwakili Aminuddin Semma MS, Direktur Rumah Sakit Tajuddin Khalid, Direktur RS Stroke Centre, Camat Manggala, Lurah Karuwisi, dan Lurah Bangkala.

Kesepakatan tersebut berisi rencana menjadikan Kelurahan Karuwisi dan Kelurahan Bangkala sebagai sebagai Kelurahan binaan STIK Makassar. Kedua kelurahan berada di wilayah administrasi Kota Makassar.

Menurut ketua panitia kegiatan tersebut Andi Ayyumar, setelah penandatangan MoU tersebut, pihaknya akan melakukan analisis masalah kesehatan di dua kelurahan tersebut. Selanjutnya dilakukan perawatan dan kesehatan masyarakat dengan melibatkan mahasiswa yang mendapat pendidikan training of trainers (TOT).

Sabtu, 07 Februari 2009

Demokrat Target 622.960 Suara di Sulsel

Kutipan Fajar Online
(07 Feb 2009)

MAKASSAR--Partai Demokrat Sulsel dan Partai Keadilan Sejahtera mulai menyusun target untuk pemilu 2009 mendatang. Demokrat misalnya, untuk pemilu mendatang, mereka menargetkan 622.960 suara se Sulsel. Kalkulasinya, di Sulsel ada 15.574 Tempat Pemilihan Suara. Dan di masing-masing TPS, Demokrat menargetkan 40 suara pemilih.

Makanya, jika dikalkulasi jumlah TPS dengan target perolehan suara per TPS, target Demokrat sebanyak 622.960 suara. Untuk mengawal target itu, Demokrat sudah mempesiapkan sejumlah langkah strategis. Salah satunya dengan menyiapkan 31.500 saksi.

Itu karena Demokrat akan memasang dua saksi per TPS. Satu saksi lainnya berfungsi sebagai pelapis atau pemantau. Saat ini, 80 persen dari data saksi yang akan digunakan sudah masuk ke DPD Demokrat Sulsel. Selebihnya, yang 20 persen paling lambat masuk sebelum batas akhir penyerahan daftar saksi 10 Februari nanti.

"Saksi ini akan menjali TOT 15 Februari mendatang. Kami mau mereka tahu aturan main, militan dan punya fisik prima. Kami menyiapkan banyak saksi sebab tidak ingin lagi kecolongan seperti pemilu 2004 lalu dimana terjadi penggelembungan suara," kata Ketua DPD Demokrat, Reza Rasyid Ali.

Seolah tak mau kalah dalam hal hitung-hitungan awal, DPW PKS juga mulai menyebut targetnya. Hanya saja, PKS belum merilis targetnya dalam bentuk angka melainkan hanya persentase. Itu pun mereka memilah target per daerah.

Menurut Ketua Bappilu PKS Sulsel, Akmal Pasluddin, melakukan klasifikasi TPS sesuai dengan target yang ada di daerah dan juga melihat jumlah kader, struktur dan kekuatan caleg PKS.
"Daerah yang jadi basis PKS setiap TPS harus bisa mendapat 40 persen suara. Sementara daerah yang sudah lama ada struktur dan kadernya ditarget 20 persen per TPS," katanya. (amr)

Demokrat Naikkan Target Suara

Kutipan Fajar Online
(08 Feb 2009)

Rapimnas Dibuka SBY, Hari Ini

JAKARTA -- Beberapa hasil survei yang memosisikan Partai Demokrat (PD) di tempat teratas membuat fungsionaris dan kader partai yang didirikan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ini, lebih percaya diri. Buktinya, target suara yang sudah ditetapkan 15 persen, kini berani ditingkatkan hingga 20 persen.
Untuk mematangkan proyeksi baru tersebut, Partai Demokrat mengadakan rapimnas dua hari yang dimulai, Minggu 8 Februari, hari ini.

"Selain penyampaian strategi partai, semua akan dipompa semangatnya langsung oleh ketua dewan pembina, Susilo Bambang Yudhoyono," ujar Ketua Umum DPP Partai Demokrat, Hadi Utomo di Gedung Expo PRJ.

Siapa saja tokoh eksternal yang diundang? Hadi menyatakan, acara tersebut dikhususkan bagi kader internal. "Acara ini memang dikhususkan untuk konsolidasi internal, tokoh luar partai tak akan diundang," tegasnya.

Bahkan, Wakil Presiden Jusuf Kalla yang sekaligus ketua umum Partai Golkar tak masuk dalam daftar undangan. "Acara ini hanya bersifat intern," ujarnya lagi.

Padahal, dalam Rapimnas Golkar Oktober 2008, SBY diundang dalam acara pembukaan. Begitu pula Rakernas PDIP beberapa minggu lalu. Meski tidak mengundang SBY-JK, sejumlah tokoh nasional lain masih diundang dalam pembukaan.

Tak diundangnya para tokoh di luar partai itu makin menegaskan bahwa Demokrat memang berusaha menghindari polemik soal bakal cawapres yang mendampingi SBY. "Kami lebih memilih memenuhi target 20 persen ini dulu," ujar Hadi.

Hadi mengakui, peningkatan target perolehan suara itu dilakukan setelah melihat perkembangan Demokrat dalam beberapa survei terakhir. Misalnya, hasil dari Lembaga Survei Indonesia (LSI) menempatkan Demokrat di urutan puncak partai yang paling banyak dipilih, sekitar 23 persen. Angka itu meninggalkan PDIP dan Golkar yang masing-masing hanya memperoleh 17,1 persen dan 13,3 persen.

Di tempat yang sama, Ketua DPP Partai Demokrat Bidang Politik, Anas Urbaningrum menambahkan, konsentrasi partainya memang tak akan tergganggu dengan isu capres/cawapres yang telah hangat berkembang di sejumlah partai besar lainnya.

Sebut saja, PDI Perjuangan dan Partai Golkar. "Silakan saja, kami menghargai sikap mereka, tapi apakah itu ada hasilnya? Hanya mengumpulkan nama-nama saja kan?" sindirnya.

Namun, soal capres, Anas menegaskan bahwa Demokrat sudah fix kembali mengajukan SBY. Hal tersebut sesuai dengan hasil rapimnas 2008. "Itu wajar. Sebab, beliau adalah founding fathers partai ini," jelas mantan ketua umum PB HMI itu.

Lantas, kriteria apa saja yang sudah ditetapkan saat nanti menjaring cawapres maupun mitra koalisi? "Melanjutkan sesuatu yang sudah baik, itu masih lebih baik ketimbang harus bongkar-bongkar lagi," katanya. (dyn)

Rabu, 04 Februari 2009

Partai Demokrat Selenggarakan Rapimnas

Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono akan membuka langsung Rapimnas yang akan diikuti oleh 2.000 peserta dari seluruh Indonesia.

Peserta Rapimnas ini adalah 33 Ketua DPD PD, 33 Sekretaris DPD PD, 33 Ketua Bapiluda Partai Demokrat, 666 Caleg DPRRI Partai Demokrat 2009-2014, dan 480 Ketua DPC PD.

Sedangkan unsur DPP PD yang ikut adalah: Dewan Pembina (9 orang), pengurus senior (10 orang), dan semua pengurus harian.

Disamping itu, rapimnas ini juga akan dihadiri para Relawan SBY. Tiap tim mengirimkan masing-masing lima orang peserta. Relawan itu dari: Tim Delta, Tim Echo, Tim Foxtrot, Tim India, Tim Romeo, dan Tim Sekoci.

Ormas sayap pemuda dan ormas sayap perempuan juga diundang dalam rapat akbar ini.

Sesuai undangan panitia, peserta sudah harus melakukan registrasi pada tanggal 7 Februari 2009 di registration desk yang sudah disiapkan di Hall D, Pekan Raya Jakarta. Meja pendaftara dibuka pukul 12.00 s/d 17.00 WIB.

Panitia Rapimnas menghimbau agar semua peserta dapat menghadiri acara ini, dan melakukan pendaftaran tepat pada waktunya. Setelah registrasi peserta akan diantar ke tempat penginapan masing-masing.

Peserta akan diinapkan di tujuh hotel, yaitu: Hotel Aston Marina (172 orang), Hotel Golden (100 orang), Hotel Ibis Manggadua (100 orang), Hotel Ibis Kemayoran (60 orang), Hotel Mercure (200 orang), Hotel Millenium (50 orang), dan Hotel Sheraton Media (250 orang). Kesemua hotel itu tidak jauh dari tempat acara. Panitia menyiapkan kendaraan antar jemput antara hotel dan tempat acara.

Menjelang Rapimnas DPP PD akan menggelar jumpa pers pada tanggal 5 Februari 2009 di Press Center Partai Demokrat.

Acara ini terbuka untuk pers pada pembukaan, jumpa pers, dan penutupan. Untuk itu kepada awak media uang ingin meliput acara ini dipersilahkan mendaftarkan diri pada tanggal 7 Februari 2009 di Hall D, Pekan Raya Jakarta, Kemayoran, pukul 12.00 s/d 17.00 WIB.

Panitia menyiapkan desk pendaftaran khusus untuk pendaftaran pers, dan menyediakan hanya 200 ID kepada wartawan. Kartu tanda pengenal diberikan dengan basis first come first served, setelah mengisi formulir pendaftaran.

Untuk mempersiapkan acara ini, DPP PD telah membentuk panitia dengan SK DPP Partai Demokrat Nomor : 08/SK/DPP.PD/I/2009 tanggal 30 Januari 2009.

Bertindak sebagai penanggung jawab panitia adalah: Ketua Umum, Wakil Ketua Umum, dan Sekjen Partai Demokrat.

Bertindak sebagai Ketua SC adalah Yahya Sacawiria, dengan Max Sopacua, SE, M.Sc sebagai wakilnya.

Sedangkan Sekretaris SC dipercayakan kepada G. Radityo Gambiro.

Ditunjuk sebagai anggota SC adalah: Edhie Baskoro Yudhoyono, B.Comm, M.Sc., Hartanto Edhie Wibowo, Mayjend. TNI (Purn) I Gede Arsana, Adiyaman Amir Saputra, Ir. Milthon Pakpahan, Herman E. Khaeron, Ramadhan Pohan, dan Roy Suryo

Sekretariat SC diawaki oleh: TB. Subhan Solichin, Boyke Novrizon, R. Victor Hardjuno, Maryoto, Salham, Jeane, Angie, Tita, dan Alexander Wongkar

Sebagai Ketua OC ditunjuk H. Tri Yulianto, SH, dan Donny Panduwinata sebagai wakilnya.

Sekretaris OC dipercayakan kepada Nurcahyo Anggorojati. Bendahara dipegang H. Zainal Abidin dengan Hidayanti sebagai wakilnya.

Panitia dilengkapi seksi-seksi Kesekretariatan, Ruang & Prasarana, Keamanan, dan Dokumentasi.

Seksi Kesekretariatan (Meliputi Undangan, Akomodasi, Konsumsi, Transportasi dan Umum) terdiri dari: Staff Sekretariat DPP, Nuridin Sumawinata, Didik Mukrianto, Putri Permatasari, Cut Meutia, Ivan Ajie Purwanto, Taufiqurrahman, Hutomo Subekti, dan Muhammad Azhari

Seksi Ruang & Prasarana dipegang oleh Toto Lestio dan Gito

Seksi Keamanan (LO & Paspampres) dipegang oleh Jafar Nainggolan, Brigjend. (Purn) Projo, dan Rudy Kadarisman.

Seksi Dokumentasi ditangai Fox Indonesia dengan Choel Malarangeng sebagai koordinator; dan Data Center/News Demokrat dipimpin oleh A. Brahmana. (Anto)

Senin, 02 Februari 2009

Partai Demokrat Paling Populer di Makassar

Laporan: Taufiq Nadsir, opy_tribuntimur@yahoo.com
Minggu, 1 Februari 2009 | 17:53 WITA

MAKASSAR, TRIBUN - Lembaga Insert Institute menempatkan Partai Demokrat sebagai partai paling mendekati harapan warga Kota Makassar, yang kemudian disusul oleh Partai Golkar dan PKS.

Hal itu dilansir Direktur Program Insert Institute Muhammad Aris dalam konferensi persnya di Cafe Rally, Minggu (1/2).

Survei dilakukan terhadap terhadap 450 responden dari 114 kelurahan dan 14 kecamatan di Kota Makassar.

Hasil survei ini diharapkan bisa jadi rujukan bagi partai peserta pemilihan umum 2009 untuk berbenah mendapatkan dukungan.(*)

Insert: Demokrat Ungguli Golkar

Senin, 2 Februari 2009 | 05:19 WITA

MAKASSAR, TRIBUN - Lembaga Insert Institute menempatkan Partai Demokrat sebagai partai yang paling memenuhi harapan warga Kota Makassar, sesuai hasil survei dari 450 responden di 143 kelurahan dan 14 kecamatan di kota ini.

Dari hasil survei tersebut, Demokrat memperoleh dukungan 21,33 persen disusul Partai Golkar dengan raihan 20,80 persen, dan Partai Keadilan Sejahterah (PKS) yang bertengger diurutan ketiga dengan perolehan dukungan 11,33 persen. (selengkapnya lihat hasil survei).

Itu dikemukakan Direktur Program Insert Institute Muh Aris didampingi Direktur Survei Muh Yunus pada konferensi persnya, di Kafe Rally, Makassar, Minggu (1/2). Survei ini digelar 12-17 Januari 2009 doleh tenaga surveyor sebanyak 25 orang.

Metode survei yang digunakan adalah clustered random sampling (kluster secara acak), dengan margin error (tingkat kesalahan) sekitar lima persen.

Diluar partai hasil Pemilu 2004, partei pendatang baru masuk 10 besar adalah Partai gerakan Indonesia Raya. Partai ini berada diurutan kesembilan di bawah Partai Persatuan Pembangunan (PPP) yang anjlok diurutan ke delapan.

Menurut Aris, partai yanhg memenuhi harapan adalah persepsi responden yang berkaitan dengan kinerja partai yang dianggap palng mendekati harapan mereka atau yang akan memenuhi keinginan rakyat.

Harapan masyarakat terhadap partai dan calon legislatif di antara lain, mahalnya harga kebutuhan pokok, penghasilan yang rendah, biaya sekolah mahal, lapangan kerja, biaya kesehatan, dan lainnya.

Selain harapan masyarakat, Insert Institute juga melakukan survei mengenai harapan masyarakat terhadap kinerja calon legislator.(opi)