Sabtu, 07 Februari 2009

Demokrat Naikkan Target Suara

Kutipan Fajar Online
(08 Feb 2009)

Rapimnas Dibuka SBY, Hari Ini

JAKARTA -- Beberapa hasil survei yang memosisikan Partai Demokrat (PD) di tempat teratas membuat fungsionaris dan kader partai yang didirikan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ini, lebih percaya diri. Buktinya, target suara yang sudah ditetapkan 15 persen, kini berani ditingkatkan hingga 20 persen.
Untuk mematangkan proyeksi baru tersebut, Partai Demokrat mengadakan rapimnas dua hari yang dimulai, Minggu 8 Februari, hari ini.

"Selain penyampaian strategi partai, semua akan dipompa semangatnya langsung oleh ketua dewan pembina, Susilo Bambang Yudhoyono," ujar Ketua Umum DPP Partai Demokrat, Hadi Utomo di Gedung Expo PRJ.

Siapa saja tokoh eksternal yang diundang? Hadi menyatakan, acara tersebut dikhususkan bagi kader internal. "Acara ini memang dikhususkan untuk konsolidasi internal, tokoh luar partai tak akan diundang," tegasnya.

Bahkan, Wakil Presiden Jusuf Kalla yang sekaligus ketua umum Partai Golkar tak masuk dalam daftar undangan. "Acara ini hanya bersifat intern," ujarnya lagi.

Padahal, dalam Rapimnas Golkar Oktober 2008, SBY diundang dalam acara pembukaan. Begitu pula Rakernas PDIP beberapa minggu lalu. Meski tidak mengundang SBY-JK, sejumlah tokoh nasional lain masih diundang dalam pembukaan.

Tak diundangnya para tokoh di luar partai itu makin menegaskan bahwa Demokrat memang berusaha menghindari polemik soal bakal cawapres yang mendampingi SBY. "Kami lebih memilih memenuhi target 20 persen ini dulu," ujar Hadi.

Hadi mengakui, peningkatan target perolehan suara itu dilakukan setelah melihat perkembangan Demokrat dalam beberapa survei terakhir. Misalnya, hasil dari Lembaga Survei Indonesia (LSI) menempatkan Demokrat di urutan puncak partai yang paling banyak dipilih, sekitar 23 persen. Angka itu meninggalkan PDIP dan Golkar yang masing-masing hanya memperoleh 17,1 persen dan 13,3 persen.

Di tempat yang sama, Ketua DPP Partai Demokrat Bidang Politik, Anas Urbaningrum menambahkan, konsentrasi partainya memang tak akan tergganggu dengan isu capres/cawapres yang telah hangat berkembang di sejumlah partai besar lainnya.

Sebut saja, PDI Perjuangan dan Partai Golkar. "Silakan saja, kami menghargai sikap mereka, tapi apakah itu ada hasilnya? Hanya mengumpulkan nama-nama saja kan?" sindirnya.

Namun, soal capres, Anas menegaskan bahwa Demokrat sudah fix kembali mengajukan SBY. Hal tersebut sesuai dengan hasil rapimnas 2008. "Itu wajar. Sebab, beliau adalah founding fathers partai ini," jelas mantan ketua umum PB HMI itu.

Lantas, kriteria apa saja yang sudah ditetapkan saat nanti menjaring cawapres maupun mitra koalisi? "Melanjutkan sesuatu yang sudah baik, itu masih lebih baik ketimbang harus bongkar-bongkar lagi," katanya. (dyn)

0 komentar:

Posting Komentar