Partai Demokrat menjamin kepastian hukum bagi pengusaha dari dalam dan luar negeri. Maka itu Demokrat mendukung Undang-Undang Nomor 25 tahun 2007 tentang Penanaman Modal dan Upaya Peningkatan Investasi.
"Karena para pengusaha akan tenteram bila mereka mendapat kepastian hukum dalam menjalankan bidangnya," kata Ketua Umum Partai Demokrat, Hadi Utomo, dalam acara Pengusaha Bertanya, Parpol Menjawab yang digelar Asosiasi Pengusaha Indonesia (Aspindo) di Jakarta, Sabtu, 14 Februari 2009, di Four Session Hotel. Aspindo saat ini diketuai oleh Sofyan Wanandi.
Dalam presentasinya yang bertema ‘Program-program Partai Demokrat kepada Aspindo’, Ketum menyatakan, Partai Demokrat mendukung investasi yang dilakukan baik dari dalam luar negeri. Namun, hendaknya investor dalam maupun luar negeri diberlakukan sama, pinta Ketum.
Ketum menjelaskan setelah pemilihan legislatif, program Partai Demokrat terkait perekonomian, pertambangan, perindustrian, kesehatan, dan lainnya, adalah menggenjot pertumbuhan ekonomi 2009 ke depan 4-5%, dan menekan pengangguran sampai angka 6-7%.
Selain itu, Demokrat juga mendukung UU Nomor 13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan. Hal ini untuk dimaksudkan untuk mengatur hubungan yang adil antara pengusaha dan pekerja.
"Hal-hal yang kaitannya dengan upah minimum, kami melihat aspek terkait upah pekerja ada dua sisi. Pertama, upah sebagai biaya produksi yang dikeluarkan perusahaan. Kedua, upah sebagai penghasilan untuk belanja, memenuhi kebutuhan hidup. Ini yang perlu diingat," ujar Ketum.
Terkait dengan UU Sistem Jaminan Nasional, Nomor 40 tahun 2004. "Kami mendukung Undang-undang ini diteruskan. Intinya, untuk memberikan jaminan kesejahteraan bagi masyarakat," ujar Ketum. Pertumbuhan Ekonomi Partai Demokrat menargetkan pertumbuhan ekonomi 4-7 persen jika pemerintahan koalisinya kembali berkuasa usai pemilu 2009. "Angka ini sebagai angka moderat di tengah badai ekonomi," kata Hadi Utomo, Ketua Umum usai mengikuti acara "Pengusaha Bertanya, Parpol Menjawab" kepada pers.
Ketum menekankan, partainya akan berpihak pada ekonomi kerakyatan. Ia pun membantah kritik PDIP yang menuduh pemerintah gagal mengatasi krisis ekonomi. "Pemerintah bisa dikatakan cepat dan tanggap dalam mengantisipasi krisis global sehingga dampaknya tidak meluas," kata Ketum.
Dalam panel ini, Ketum berhadapan dengan James T. Riady (makro ekonomi), La Tunreng (pertanian), (perbankan dan keuangan), Sudhamek (industri, perdagangan, dan UKM), T. P, Rachmat (energi, pertambangan, dan migas), dan Peter G. Fanning (kamar dagang asing). Bertindak sebagai moderator adalah Chatib Basri.
Dalam dialog ini, Ketum juga mengangkat masalah pemekaran wilayah, peranan pemda, ketahanan pangan dan kesejahteraan petani, impor beras, diversifikasi pangan, perkebunan, dan konversi lahan hutan.
Ketum juga mengangkat masalah peningkatan produksi perikanan dan illegal fishing, pertambangan, energi, kesediaan listrik dan gas.
Peranan perbankan dalam ekonomi nasional, kebijakan fiskal dan moneter, perdagangan internasional, serta usaha mikro kecil dan menengah, juga dikemukan dalam presentasi Ketum.
Selain mendapat pertanyaan dari panelis, ada sembilan pertanyaan dari floor yang ditujukan kepada Ketum. Sebetulnya lebih banyak yang ingin bertanya, tapi karena keterbatasan waktu hanya sembilan yang diizinkan moderator.
Dalam acara ini Ketum didampingi oleh tiga fungsionaris Partai Demokrat lainnya. Mereka adalah: Darwin Zahedy Saleh, M. Jafar Hafsah, dan Atte Sugandi. Selain itu ikut menyaksikan langsung, Milton Pakpahan, Christopher, Herman Khaeron, Brahmana, dan Nuridin Sumawinata.
Forum ini diikuti 500 pengusaha anggota Aspindo dari seluruh Indonesia.
"Karena para pengusaha akan tenteram bila mereka mendapat kepastian hukum dalam menjalankan bidangnya," kata Ketua Umum Partai Demokrat, Hadi Utomo, dalam acara Pengusaha Bertanya, Parpol Menjawab yang digelar Asosiasi Pengusaha Indonesia (Aspindo) di Jakarta, Sabtu, 14 Februari 2009, di Four Session Hotel. Aspindo saat ini diketuai oleh Sofyan Wanandi.
Dalam presentasinya yang bertema ‘Program-program Partai Demokrat kepada Aspindo’, Ketum menyatakan, Partai Demokrat mendukung investasi yang dilakukan baik dari dalam luar negeri. Namun, hendaknya investor dalam maupun luar negeri diberlakukan sama, pinta Ketum.
Ketum menjelaskan setelah pemilihan legislatif, program Partai Demokrat terkait perekonomian, pertambangan, perindustrian, kesehatan, dan lainnya, adalah menggenjot pertumbuhan ekonomi 2009 ke depan 4-5%, dan menekan pengangguran sampai angka 6-7%.
Selain itu, Demokrat juga mendukung UU Nomor 13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan. Hal ini untuk dimaksudkan untuk mengatur hubungan yang adil antara pengusaha dan pekerja.
"Hal-hal yang kaitannya dengan upah minimum, kami melihat aspek terkait upah pekerja ada dua sisi. Pertama, upah sebagai biaya produksi yang dikeluarkan perusahaan. Kedua, upah sebagai penghasilan untuk belanja, memenuhi kebutuhan hidup. Ini yang perlu diingat," ujar Ketum.
Terkait dengan UU Sistem Jaminan Nasional, Nomor 40 tahun 2004. "Kami mendukung Undang-undang ini diteruskan. Intinya, untuk memberikan jaminan kesejahteraan bagi masyarakat," ujar Ketum. Pertumbuhan Ekonomi Partai Demokrat menargetkan pertumbuhan ekonomi 4-7 persen jika pemerintahan koalisinya kembali berkuasa usai pemilu 2009. "Angka ini sebagai angka moderat di tengah badai ekonomi," kata Hadi Utomo, Ketua Umum usai mengikuti acara "Pengusaha Bertanya, Parpol Menjawab" kepada pers.
Ketum menekankan, partainya akan berpihak pada ekonomi kerakyatan. Ia pun membantah kritik PDIP yang menuduh pemerintah gagal mengatasi krisis ekonomi. "Pemerintah bisa dikatakan cepat dan tanggap dalam mengantisipasi krisis global sehingga dampaknya tidak meluas," kata Ketum.
Dalam panel ini, Ketum berhadapan dengan James T. Riady (makro ekonomi), La Tunreng (pertanian), (perbankan dan keuangan), Sudhamek (industri, perdagangan, dan UKM), T. P, Rachmat (energi, pertambangan, dan migas), dan Peter G. Fanning (kamar dagang asing). Bertindak sebagai moderator adalah Chatib Basri.
Dalam dialog ini, Ketum juga mengangkat masalah pemekaran wilayah, peranan pemda, ketahanan pangan dan kesejahteraan petani, impor beras, diversifikasi pangan, perkebunan, dan konversi lahan hutan.
Ketum juga mengangkat masalah peningkatan produksi perikanan dan illegal fishing, pertambangan, energi, kesediaan listrik dan gas.
Peranan perbankan dalam ekonomi nasional, kebijakan fiskal dan moneter, perdagangan internasional, serta usaha mikro kecil dan menengah, juga dikemukan dalam presentasi Ketum.
Selain mendapat pertanyaan dari panelis, ada sembilan pertanyaan dari floor yang ditujukan kepada Ketum. Sebetulnya lebih banyak yang ingin bertanya, tapi karena keterbatasan waktu hanya sembilan yang diizinkan moderator.
Dalam acara ini Ketum didampingi oleh tiga fungsionaris Partai Demokrat lainnya. Mereka adalah: Darwin Zahedy Saleh, M. Jafar Hafsah, dan Atte Sugandi. Selain itu ikut menyaksikan langsung, Milton Pakpahan, Christopher, Herman Khaeron, Brahmana, dan Nuridin Sumawinata.
Forum ini diikuti 500 pengusaha anggota Aspindo dari seluruh Indonesia.
0 komentar:
Posting Komentar