Rabu, 11 Februari 2009, 13:13:45 WIB
Jakarta: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono kepada Perdana Menteri Australia, Kevin Rudd menyampaikan rasa sedih dan simpati pemerintah Indonesia kepada Australia yang sedang menghadapi musibah kebakaran semak belukar di Victoria yang menelan banyak korban jiwa, menghancurkan sedikitnya 750 rumah dan sekitar 400.000 hektar hutan semak belukar. Menurut Juru Bicara Presiden Dino Patti Djalal pada hari Rabu (11/2), pernyataan belasungkawa SBY tersebut dituangkan dalam surat yang dikirim kepada PM Australia.
"Didorong oleh rasa solidaritas yang tinggi, selaku kepala pemerintahan Indonesia, Presiden SBY memutuskan untuk memberikan bantuan kepada pemerintah dan rakyat Australia yang menghadapi bencana kebakaran terbesar sepanjang sejarahnya," kata Dino. "Untuk meringankan beban para korban dan pemerintah Australia, Indonesia akan mengirimkan bantuan tim forensik dari Kepolisian Republik Indonesia. Polri akan dikirim ke Australia untuk membantu mengidentifikasi mayat-mayat yang terbakar. Indonesia dan Australia mempunyai kerja sama di dalam bidang ini cukup lama. Oleh karena itu, Presiden SBY memutuskan untuk mengirimkan polisi Indonesia ke Australia," tambah Dino Patti Djalal.
Pemerintah Indonesia juga akan mengirimkan bantuan sebesar 1 juta Dolar AS untuk membangun kembali fasilitas-fasilitas umum yang terbakar. "Mengingat banyaknya fasilitas-fasilitas publik, seperti sekolah yang hancur terbakar, Presiden SBY akan mengirimkan 1 juta Dolar AS untuk membantu pemerintah Australia agar sekolah-sekolah tersebut dapat dibangun kembali. Tentu ini hanya merupakan sebagian dana yang dibutuhkan, mengingat jumlah sekolah yang terbakar sangat banyak," tambahnya.
Bagi Indonesia, Australia adalah salah satu negara sahabat yang siap membantu Indonesia ketika Indonesia dihantam bencana tsunami dan gempa bumi yang melanda sebagian wilayah provinsi Nangroe Aceh Darussalam dan Pulau Nias, Sumatera Utara. "Ada bantuan kemanusiaan yang diberikan oleh pihak militer Australia dan bantuan sejumlah 1 miliar Dolar AS dari Australia. Tentara Australia yang meninggal ada 11 waktu membantu di Nias. Inilah bagian dari kemitraan Indonesia dan Australia, dimana kedua belah pihak saling membantu kalau ada yang kesusahan," papar Dino. (mit)
"Didorong oleh rasa solidaritas yang tinggi, selaku kepala pemerintahan Indonesia, Presiden SBY memutuskan untuk memberikan bantuan kepada pemerintah dan rakyat Australia yang menghadapi bencana kebakaran terbesar sepanjang sejarahnya," kata Dino. "Untuk meringankan beban para korban dan pemerintah Australia, Indonesia akan mengirimkan bantuan tim forensik dari Kepolisian Republik Indonesia. Polri akan dikirim ke Australia untuk membantu mengidentifikasi mayat-mayat yang terbakar. Indonesia dan Australia mempunyai kerja sama di dalam bidang ini cukup lama. Oleh karena itu, Presiden SBY memutuskan untuk mengirimkan polisi Indonesia ke Australia," tambah Dino Patti Djalal.
Pemerintah Indonesia juga akan mengirimkan bantuan sebesar 1 juta Dolar AS untuk membangun kembali fasilitas-fasilitas umum yang terbakar. "Mengingat banyaknya fasilitas-fasilitas publik, seperti sekolah yang hancur terbakar, Presiden SBY akan mengirimkan 1 juta Dolar AS untuk membantu pemerintah Australia agar sekolah-sekolah tersebut dapat dibangun kembali. Tentu ini hanya merupakan sebagian dana yang dibutuhkan, mengingat jumlah sekolah yang terbakar sangat banyak," tambahnya.
Bagi Indonesia, Australia adalah salah satu negara sahabat yang siap membantu Indonesia ketika Indonesia dihantam bencana tsunami dan gempa bumi yang melanda sebagian wilayah provinsi Nangroe Aceh Darussalam dan Pulau Nias, Sumatera Utara. "Ada bantuan kemanusiaan yang diberikan oleh pihak militer Australia dan bantuan sejumlah 1 miliar Dolar AS dari Australia. Tentara Australia yang meninggal ada 11 waktu membantu di Nias. Inilah bagian dari kemitraan Indonesia dan Australia, dimana kedua belah pihak saling membantu kalau ada yang kesusahan," papar Dino. (mit)
0 komentar:
Posting Komentar